Sebuah bangunan terdiri dari bata-bata, jika satu batubata hilang, maka bangunan itu tak hanya keindahannya yang hilang tapi juga kekuatannya. Masyarakat adalah cerminan kondisi keluarga. Jika keluarga sehat berarti masyarakatnya juga sehat. Jika keluarga bahagia, masyarakat pun bahagia. Setidaknya, ada lima faktor untuk membentuk keluarga sakinah di antaranya sebagai berikut.
1.Dalam keluarga ada mawaddah dan rahmah.Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang mengebu-gebu. Sedangkanrahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan melindungi yangdicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga.Sebaliknya, rahmah, tak cukup memeberikan garansi.
2.Hubungan antara suami istri harus atas berdasarkan saling membutuhkan.Seperti pakaian dan yang memakainya “hunna libasun lakum wa antumlibasun lahunna”. (QS al Baqarah:187) Kalau kita kaji lebih dalam, fungsi pakaiansetidaknya ada tiga; menutup aurat, melindungi diri dari panas dan dingin, serta sebagai perhiasan. Suami terhadap istri, juga harus memiliki fungsi yang sama.
Jika istri mempunyai sesuatu kekurangan, suami tidak menceritakan padaorang lain. Begitu juga sebaliknya. Jika istri sakit, suami segera mencari obatatau membawa ke dokter. Begitu juga sebaliknya. Istri harus selalu tampilmembanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan istri . Jangan terbalik, di luaran tampil menarik perhatian orang banyak. Tapi ketika di rumah,tampil tak sedap dipandang mata.
3.Suami istri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma’ruf), tidak asal benar dan hak.“Wa’a syiruhunna bil ma’ruf”. (QS. An Nisa : 19). Besarnya mahar, nafkah,cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma’ruf . Hal initerutama harus diperhatikan oleh suami istri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya.
4.Menurut hadits Nabi,pilar keluarga sakinah itu ada empat.
a.Memiliki kecendrungan kepada agama.
b.Yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda.
c.Sederhana dalam belanja.
d.Santun dalam bergaul dan selalu melakukan introspeksi
5.Rasulullah juga bersabda tentang empat faktor yang menjadi sumberkebahagiaan keluarga.
a.Suami dan istri yang setia.
b.Shalih dan shalihah.
c.Anak-anak yang berbakti pada orangtuanya.
d.Lingkungan sosial yang sehat dan rezeki yang dekat.
Hari demi hari tak boleh berlalu begitu saja. Anak sebagai buah cinta kita,tumbuh dan berkembang. Langkah kita hari ini menentukan masa depannya.Semoga mereka bisa menjadi pewaris yang kita dambakan. Selama kita setia pada lima hal di atas, insya Allah pertolongan Allah akan selalu menaungikelurga kita. Amin
http://www.scribd.com/doc/3742938/LIMA-SYARAT-KELUARGA-SAKINAH
Minggu, 18 Maret 2012
Melestarikan Cinta
UKUP 15-20 MENIT SEHARI Sesibuk apapun seorang suami atau istri, janganlah lupa untuk tetap dapat meluangkan waktu. meski hanya 15-20 menit untuk bermesraan dengan pasangan. Selain makan bersama, suami istri dapat melakukan kegiatan seperti:
- Mendengarkan musik yang disukai pasangan
- Bincang-bincang topik ringan di tempat hening dengan mesra
- Duduk sambil berpelukan di sofa tanpa ada gangguan acara televisi
- Bercengkerama di teras sambil minum teh atau kopi
- Menikmati makan malam atau jajanan di luar rumah dengan berjalan kaki berdua.
- Mulai malam ini, lakukan kebiasaan saling meminta maaf diranjang kepada pasangan menjelang tidur.
Lakukanlah secara bergantian dan jadikan sebagai rutinitas harian. Pola kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memulihkan siklus keseimbangan seksual setelah seharian sibuk menghadapi pekerjaan.
MANFAATKAN HUMOR : Lain ladang-lain belalang, bagaimana kalau belalangnya pindah ke ladang seberang ?. Setiap pasangan mungkin memiliki keunikan gaya humor tersendiri. Banyak pasangan yang dapat menikmati kemesraan dengan sisipan-sisipan humor dalam berkomunikasi. Mengapa kita tidak mencoba melakukannya juga? Bisa saja kebiasaan humor pada pasangan dapat menjadi salah satu pilar untuk membangun kasih sayang lebih.
SEMUA BUTUH DI PELUK : Luangkan waktu beberapa menit untuk berpelukan atau berbaring berdekatan, biasakan hal ini dilakukan rutin tiap hari. Jangankan saat pasangan dalam suasana bahagia, dalam keadaan duka pun kita bisa merasa nyaman jika berpelukan. Ada aspek fisik dan emosional dalam sebuah pelukan. Memeluk tidak hanya menunjukkan kepedulian atau betapa berartinya seseorang, tetapi juga mengisyaratkan harapan.
TATAP MATANYA : Menatap mata pasangan anda, juga salah satu cara menegaskan perasaan cinta. Bisa jadi tatapan mata bisa lebih berarti daripada bahasa. Mata juga dapat mengisyaratkan seberapa besar dan berartinya diri kita pada pasangan.
HADIRLAH DI SISINYA : Salah satu alasan pasangan kehilangan suasana romantis dan rasa intim adalah jika suami atau istri meninggalkan pasangannya sendirian pada saat sedang berdua untuk melakukan kegiatan lain. Janganlah sering beralasan, " Wah, aku harus pergi dulu. Ada keperluan sebentar". Kehadiran Anda sangat penting baginya.
SEDERHANA TAPI LUAR BIASA : Terkadang kita mengira bahwa membelikan berbagai fasilitas seperti mobil, perhiasan dan lainnya kepada pasangan merupakan hal yang paling besar nilainya. Sebetulnya banyak hal lain yang mungkin lebih berarti. Menyempatkan membuat sarapan meski di saat yang sangat sibuk, memandang dengan penuh kasih sayang, memuji atau memberi hadiah-hadiah kecil sambil mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya kebiasaan ini tidak kalah besar artinya dan akan membawa dampak yang luar biasa.
EKSPRESIKAN EMPATI ANDA : Jangan pernah mencemooh kecemasan, kekecewaan serta kegembiraan pasangan Anda. Ungkapkan dengan kata dan perbuatan serta nyatakan bahwa Anda sangat mengerti perasaannya. Tunjukkan bahwa Anda sangat memahami perasaannya jika berada dalam posisi seperti pasangan Anda.
KATA-KATA SAKTI : Kata sakti yang terhebat dalam melestarikan cinta adalah "Aku mencintaimu". Kata inilah yang mengantar Anda menjadi pasangan. Kata "Aku Juga Mencintaimu" adalah penghargaan terbesar yang harus dikatakan kenangan di masa lalu ketika pasangan Anda mengungkapkan kata sakti. Kata sakti dan ampuh ini akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat ketika keduanya di ucapkan dengan benar-benar tulus dan penuh makna.
http://www.tipskeluargaharmonis.com/2009/02/hal-hal-kecil-yang-melestarikan-cinta_13.html
- Mendengarkan musik yang disukai pasangan
- Bincang-bincang topik ringan di tempat hening dengan mesra
- Duduk sambil berpelukan di sofa tanpa ada gangguan acara televisi
- Bercengkerama di teras sambil minum teh atau kopi
- Menikmati makan malam atau jajanan di luar rumah dengan berjalan kaki berdua.
- Mulai malam ini, lakukan kebiasaan saling meminta maaf diranjang kepada pasangan menjelang tidur.
Lakukanlah secara bergantian dan jadikan sebagai rutinitas harian. Pola kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memulihkan siklus keseimbangan seksual setelah seharian sibuk menghadapi pekerjaan.
MANFAATKAN HUMOR : Lain ladang-lain belalang, bagaimana kalau belalangnya pindah ke ladang seberang ?. Setiap pasangan mungkin memiliki keunikan gaya humor tersendiri. Banyak pasangan yang dapat menikmati kemesraan dengan sisipan-sisipan humor dalam berkomunikasi. Mengapa kita tidak mencoba melakukannya juga? Bisa saja kebiasaan humor pada pasangan dapat menjadi salah satu pilar untuk membangun kasih sayang lebih.
SEMUA BUTUH DI PELUK : Luangkan waktu beberapa menit untuk berpelukan atau berbaring berdekatan, biasakan hal ini dilakukan rutin tiap hari. Jangankan saat pasangan dalam suasana bahagia, dalam keadaan duka pun kita bisa merasa nyaman jika berpelukan. Ada aspek fisik dan emosional dalam sebuah pelukan. Memeluk tidak hanya menunjukkan kepedulian atau betapa berartinya seseorang, tetapi juga mengisyaratkan harapan.
TATAP MATANYA : Menatap mata pasangan anda, juga salah satu cara menegaskan perasaan cinta. Bisa jadi tatapan mata bisa lebih berarti daripada bahasa. Mata juga dapat mengisyaratkan seberapa besar dan berartinya diri kita pada pasangan.
HADIRLAH DI SISINYA : Salah satu alasan pasangan kehilangan suasana romantis dan rasa intim adalah jika suami atau istri meninggalkan pasangannya sendirian pada saat sedang berdua untuk melakukan kegiatan lain. Janganlah sering beralasan, " Wah, aku harus pergi dulu. Ada keperluan sebentar". Kehadiran Anda sangat penting baginya.
SEDERHANA TAPI LUAR BIASA : Terkadang kita mengira bahwa membelikan berbagai fasilitas seperti mobil, perhiasan dan lainnya kepada pasangan merupakan hal yang paling besar nilainya. Sebetulnya banyak hal lain yang mungkin lebih berarti. Menyempatkan membuat sarapan meski di saat yang sangat sibuk, memandang dengan penuh kasih sayang, memuji atau memberi hadiah-hadiah kecil sambil mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya kebiasaan ini tidak kalah besar artinya dan akan membawa dampak yang luar biasa.
EKSPRESIKAN EMPATI ANDA : Jangan pernah mencemooh kecemasan, kekecewaan serta kegembiraan pasangan Anda. Ungkapkan dengan kata dan perbuatan serta nyatakan bahwa Anda sangat mengerti perasaannya. Tunjukkan bahwa Anda sangat memahami perasaannya jika berada dalam posisi seperti pasangan Anda.
KATA-KATA SAKTI : Kata sakti yang terhebat dalam melestarikan cinta adalah "Aku mencintaimu". Kata inilah yang mengantar Anda menjadi pasangan. Kata "Aku Juga Mencintaimu" adalah penghargaan terbesar yang harus dikatakan kenangan di masa lalu ketika pasangan Anda mengungkapkan kata sakti. Kata sakti dan ampuh ini akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat ketika keduanya di ucapkan dengan benar-benar tulus dan penuh makna.
http://www.tipskeluargaharmonis.com/2009/02/hal-hal-kecil-yang-melestarikan-cinta_13.html
Tips keluarga bahagia
Berikut ini adalah beberapa tips keluarga bahagia:
1. Penuhi hari-hari keluarga Anda dengan senyum. Tiada hari tanpa senyum (tapi jangan senyum sendirian tanpa sebab ya...). Untuk tersenyum, diperlukan ribuan sel dan otot pada wajah yang terlibat dalam satu aktivitas sederhana ini. Dengan tersenyum baik kepada diri sendiri - di depan cermin akan lebih terlihat - serta kepada orang lain, akan membuat kita tampil lebih bahagia serta menularkan kebahagiaan ini kepada orang lain.
2. Yakini hari-hari Anda dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemberi. Anda telah diberikan banyak karunia serta pemberian yang tidak terhitung jumlahnya. Yakinlah bahwa apa yang telah dimiliki hari ini adalah yang terbaik yang bisa kita dapatkan. Dengan demikian, kita akan senantiasa berterima kasih kepada Tuhan serta kepada keluarga yang telah mendampingi kita selama ini.
3. Tanamkan ke dalam diri bahwa diri Anda dan keluarga Anda adalah manusia dan keluarga terbaik yang pernah kita miliki seumur hidup Anda. Dengan menanamkan pengertian seperti ini, maka dada kita akan dipenuhi dengan kebanggaan kepada diri sendiri serta semangat untuk terus menjaga status terbaik ini dengan penuh rasa suka cita.
4. Penuhi keluarga Anda dengan saling hormat satu sama lain agar terjalin komunikasi yang baik dan lancar, meski dengan anak Anda yang masih balita sekalipun. Tahukah Anda bahwa mereka adalah perekam ingatan terbaik? Bila Anda tanamkan kepada mereka rasa respek, saling menyayangi serta hormat satu sama lain, Anda sedang mencetak calon pengisi keluarga masa depan yang berbahagia pula!
1. Penuhi hari-hari keluarga Anda dengan senyum. Tiada hari tanpa senyum (tapi jangan senyum sendirian tanpa sebab ya...). Untuk tersenyum, diperlukan ribuan sel dan otot pada wajah yang terlibat dalam satu aktivitas sederhana ini. Dengan tersenyum baik kepada diri sendiri - di depan cermin akan lebih terlihat - serta kepada orang lain, akan membuat kita tampil lebih bahagia serta menularkan kebahagiaan ini kepada orang lain.
2. Yakini hari-hari Anda dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemberi. Anda telah diberikan banyak karunia serta pemberian yang tidak terhitung jumlahnya. Yakinlah bahwa apa yang telah dimiliki hari ini adalah yang terbaik yang bisa kita dapatkan. Dengan demikian, kita akan senantiasa berterima kasih kepada Tuhan serta kepada keluarga yang telah mendampingi kita selama ini.
3. Tanamkan ke dalam diri bahwa diri Anda dan keluarga Anda adalah manusia dan keluarga terbaik yang pernah kita miliki seumur hidup Anda. Dengan menanamkan pengertian seperti ini, maka dada kita akan dipenuhi dengan kebanggaan kepada diri sendiri serta semangat untuk terus menjaga status terbaik ini dengan penuh rasa suka cita.
4. Penuhi keluarga Anda dengan saling hormat satu sama lain agar terjalin komunikasi yang baik dan lancar, meski dengan anak Anda yang masih balita sekalipun. Tahukah Anda bahwa mereka adalah perekam ingatan terbaik? Bila Anda tanamkan kepada mereka rasa respek, saling menyayangi serta hormat satu sama lain, Anda sedang mencetak calon pengisi keluarga masa depan yang berbahagia pula!
10 Salah Asuh
sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/10.salah.asuh/001/007/1101/3
Bukan cuma anak yang bisa salah. Orang tua pun bisa salah. Coba cek, apakah Anda pernah melakukan kesalahan terhadap anak saat mengasuhnya.
1. Tidak peduli kebutuhan dasar anak. Mungkin Anda mengira apa yang sudah Anda berikan kepada anak adalah yang terbaik. Sekolah mahal, mainan banyak dan selalu baru, memberinya les musik, menari, melukis. Tapi, waktu Anda untuk bertemu anak dan memanfaatkan waktu bersamanya hanya dua kali dalam enam bulan. Betulkah itu kebutuhan anak? Berikan diri Anda sebagai kebutuhan dasar anak. Berikan waktu Anda, curahkan perhatian Anda, dengarkan kisah-kisahnya yang lugu, lucu dan ajaib.
2. Perlakukan anak seperti orang dewasa. Banyak tuntutan tak masuk akal terhadap anak. Makan tak boleh berceceran, pakai baju harus match tanpa diajari, tidak boleh salah, harus cepat mengambil keputusan dan lain-lain. Anda menjadikan diri Anda sebagai standar. Tuntut anak sesuai dengan milestone atau tahap perkembangannya. Pahami tahap perkembangannya, ikuti iramanya. Pahami jalan pikirannya. Logika anak-anak jauh dari sempurna. Otaknya masih tumbuh, demikian pun fisiknya.
3. Dilayani habis-habisan. Mengambil buku di kamar, mengambil sepatu di rak sepatu atau mengambil minum di dapur harus Anda atau pengasuhnya yang mengambilkan. Ia diperlakukan sebagai bayi yang belum mampu melakukan apapun. Berikan kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu yang seharusnya sudah bisa ia lakukan. Bila perlu, sedikan tempat yang mudah ia gapai untuk mempermudah apapun yang ia butuhkan. Misalnya meja kecil untuk meletakkan gelasnya. Merasa diri mampu melakukan segala sesuatu sendiri, akan meningkatkan harga diri anak.
4. Tidak pernah berkata ‘tidak’. Kata “YA” selalu keluar dari mulut Anda. Bukan hanya pada sebuah pernyataan anak seperti “Gambar aku bagus, bunda?” Tapi juga untuk semua permintaannya. Ketika Anda pelit mengatakan ‘TIDAK,’ Anda tak peduli pada anak. Anda hanya peduli pada diri Anda, tak mau repot-repot konflik dengan anak. Anda tak mau berpikir, mengapa Anda mengatakan ‘tidak.’ Gunakan kata ‘YA’ dan ‘TIDAK’ secara adil. Pikirkan sebelum mengatakan ‘YA’ atau ‘TIDAK’ karena anak harus tahu mengapa dia mendapatkan jawaban itu. Terutama untuk bereksplorasi, dua kata ini sangat penting.
5. Bicara dengan bahasa yang kacau. Tidak ada standar bahasa yang jelas. Anda sesekali berkata ‘utu’ untuk ‘lucu’, ‘acih’ untuk ‘terima kasih’ atau ‘pepe’ untuk sebutan vagina. Terdengar lucu saat mengucapkan kata-kata itu, tapi jelas-jelas membingungkan anak. Bicara sesuai dengan kaidah bahasa. Ucapkan kata-kata dengan benar, tak perlu mengikuti anak bicara dengan ucapan cadel. Dia memang belum fasih bicara karena perkembangan bicaranya juga belum sempurna. Si kecil butuh role model untuk mengenal dan meniru. Jangan ragu untuk mengenalkan banyak kata kepada anak, bisa melalui lagu, buku atau film.
6. Tidak ada disiplin. Meletakkan tas sekolah di kolong meja, meletakkan sepatu di kursi tamu, ada sendok di rak buku. Menyedihkan sekali kondisi rumah si kecil. Sama seperti di jalan raya yang punya aturan, di rumah pun harus ada aturan karena aturan dibuah demi keamanan dan kenyamanan bersama. Ajarkan disiplin pada anak sejak dini. Buat daftar apa saja yang harus dipatuhi oleh semua penghuni rumah, agar semua anggota keluarga bersikap konsisten menjalaninya. Khusus untuk anak, Anda bisa membantu mengingatkannya bahwa sepatu tempatnya bukan di sofa, tas sekolah bukan di kolong meja tempatnya.
7. Tidak dituntut untuk menghormati orang tua. Demi menjaga keakraban dengan anak atau dianggap sebagai teman yang menyenangkan, Anda berperilaku seperti teman sebayanya. Atau Anda malah membiarkan si kecil memanggil Anda dengan sebutan nama atau dengan ucapkan “eh”. Tak ada batasan antara pemegang otoritas dan yang harus mematuhinya. Berlakukan konsep menghormati orang tua, apalagi Anda hidup dengan budaya timur. Mengucapkan salam saat bertemu orang lain, membungkuk ketika berjalan di depan orang yang lebih tua, sudah menjadi tata karma yang harus diikuti oleh anak.
8. Memberi hadiah berlebihan. Karena tak punya waktu untuk anak, Anda menggantikan kehadiran Anda dengan hadiah. Saat Anda sedang berjuang untuk mendorong anak melakukan yang terbaik, Anda juga memberikan hadiah yang berlebihan atau tidak seharusnya ia dapatkan. Misalnya Anda memberikan hadiah sepeda karena anak berhasil membereskan tempat tidurnya. Berikan penghargaan atau hadiah sesuai dengan usaha yang anak lakukan. Hadiah tak harus berupa benda. Ucapan atau pujian seperti “Kamu hebat” atau “Kamu pintar” dapat Anda gunakan. Fungsi hadiah sebenarnya adalah menghargai apa yang sudah dilakukan oleh anak.
9. Dibiarkan jauh dari Anda. Anda sudah ajarkan pada anak tentang siapa nama orang tuanya, tempat tinggalnya, nomor telepon Anda, atau harus menghubungi satpam bila kehilangan Anda. Tapi, bukan berarti Anda memberikan kepercayaan penuh pada anak untuk berada jauh dari jangkauan Anda. Usahakan anak selalu berada dalam pengawasan mata Anda saat berada di tempat umum. Selain Anda tidak mengetahui bahaya apa yang akan mengancam dari lingkungan, hati-hati juga dengan kemampuan logika atau berpikir anak. Kasus anak terjepit eskalator atau jatuh dari lantai atas tidak sedikit, bukan?
10. Tidak mengijinkan anak menjadi anak. Memaksakan selera atau mimpi Anda kepada anak, dilakukan para orang tua dari generasi ke generasi. Segala hal harus sesuai dengan kehendak Anda, jika tidak mau maka teror pun Anda lakukan. Misalnya menurut Anda pakaian t-shirt dengan rok jeans yang warnanya senada itu pakaian yang paling bagus untuk anak. Sedangkan menurut anak rok kotak-kotak berwarna merah dengan t-shirt kuning garis-garis sudah sangat keren. Dengarkan pendapat anak. Ia memang masih kecil, tapi tidak berarti suaranya tidak didengar oleh Anda atau orang dewasa . Saat Anda mau mendengarkan pendapatnya, ini juga menjadi cara untuk ajarkan anak belajar mendengarkan orang lain.
Bukan cuma anak yang bisa salah. Orang tua pun bisa salah. Coba cek, apakah Anda pernah melakukan kesalahan terhadap anak saat mengasuhnya.
1. Tidak peduli kebutuhan dasar anak. Mungkin Anda mengira apa yang sudah Anda berikan kepada anak adalah yang terbaik. Sekolah mahal, mainan banyak dan selalu baru, memberinya les musik, menari, melukis. Tapi, waktu Anda untuk bertemu anak dan memanfaatkan waktu bersamanya hanya dua kali dalam enam bulan. Betulkah itu kebutuhan anak? Berikan diri Anda sebagai kebutuhan dasar anak. Berikan waktu Anda, curahkan perhatian Anda, dengarkan kisah-kisahnya yang lugu, lucu dan ajaib.
2. Perlakukan anak seperti orang dewasa. Banyak tuntutan tak masuk akal terhadap anak. Makan tak boleh berceceran, pakai baju harus match tanpa diajari, tidak boleh salah, harus cepat mengambil keputusan dan lain-lain. Anda menjadikan diri Anda sebagai standar. Tuntut anak sesuai dengan milestone atau tahap perkembangannya. Pahami tahap perkembangannya, ikuti iramanya. Pahami jalan pikirannya. Logika anak-anak jauh dari sempurna. Otaknya masih tumbuh, demikian pun fisiknya.
3. Dilayani habis-habisan. Mengambil buku di kamar, mengambil sepatu di rak sepatu atau mengambil minum di dapur harus Anda atau pengasuhnya yang mengambilkan. Ia diperlakukan sebagai bayi yang belum mampu melakukan apapun. Berikan kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu yang seharusnya sudah bisa ia lakukan. Bila perlu, sedikan tempat yang mudah ia gapai untuk mempermudah apapun yang ia butuhkan. Misalnya meja kecil untuk meletakkan gelasnya. Merasa diri mampu melakukan segala sesuatu sendiri, akan meningkatkan harga diri anak.
4. Tidak pernah berkata ‘tidak’. Kata “YA” selalu keluar dari mulut Anda. Bukan hanya pada sebuah pernyataan anak seperti “Gambar aku bagus, bunda?” Tapi juga untuk semua permintaannya. Ketika Anda pelit mengatakan ‘TIDAK,’ Anda tak peduli pada anak. Anda hanya peduli pada diri Anda, tak mau repot-repot konflik dengan anak. Anda tak mau berpikir, mengapa Anda mengatakan ‘tidak.’ Gunakan kata ‘YA’ dan ‘TIDAK’ secara adil. Pikirkan sebelum mengatakan ‘YA’ atau ‘TIDAK’ karena anak harus tahu mengapa dia mendapatkan jawaban itu. Terutama untuk bereksplorasi, dua kata ini sangat penting.
5. Bicara dengan bahasa yang kacau. Tidak ada standar bahasa yang jelas. Anda sesekali berkata ‘utu’ untuk ‘lucu’, ‘acih’ untuk ‘terima kasih’ atau ‘pepe’ untuk sebutan vagina. Terdengar lucu saat mengucapkan kata-kata itu, tapi jelas-jelas membingungkan anak. Bicara sesuai dengan kaidah bahasa. Ucapkan kata-kata dengan benar, tak perlu mengikuti anak bicara dengan ucapan cadel. Dia memang belum fasih bicara karena perkembangan bicaranya juga belum sempurna. Si kecil butuh role model untuk mengenal dan meniru. Jangan ragu untuk mengenalkan banyak kata kepada anak, bisa melalui lagu, buku atau film.
6. Tidak ada disiplin. Meletakkan tas sekolah di kolong meja, meletakkan sepatu di kursi tamu, ada sendok di rak buku. Menyedihkan sekali kondisi rumah si kecil. Sama seperti di jalan raya yang punya aturan, di rumah pun harus ada aturan karena aturan dibuah demi keamanan dan kenyamanan bersama. Ajarkan disiplin pada anak sejak dini. Buat daftar apa saja yang harus dipatuhi oleh semua penghuni rumah, agar semua anggota keluarga bersikap konsisten menjalaninya. Khusus untuk anak, Anda bisa membantu mengingatkannya bahwa sepatu tempatnya bukan di sofa, tas sekolah bukan di kolong meja tempatnya.
7. Tidak dituntut untuk menghormati orang tua. Demi menjaga keakraban dengan anak atau dianggap sebagai teman yang menyenangkan, Anda berperilaku seperti teman sebayanya. Atau Anda malah membiarkan si kecil memanggil Anda dengan sebutan nama atau dengan ucapkan “eh”. Tak ada batasan antara pemegang otoritas dan yang harus mematuhinya. Berlakukan konsep menghormati orang tua, apalagi Anda hidup dengan budaya timur. Mengucapkan salam saat bertemu orang lain, membungkuk ketika berjalan di depan orang yang lebih tua, sudah menjadi tata karma yang harus diikuti oleh anak.
8. Memberi hadiah berlebihan. Karena tak punya waktu untuk anak, Anda menggantikan kehadiran Anda dengan hadiah. Saat Anda sedang berjuang untuk mendorong anak melakukan yang terbaik, Anda juga memberikan hadiah yang berlebihan atau tidak seharusnya ia dapatkan. Misalnya Anda memberikan hadiah sepeda karena anak berhasil membereskan tempat tidurnya. Berikan penghargaan atau hadiah sesuai dengan usaha yang anak lakukan. Hadiah tak harus berupa benda. Ucapan atau pujian seperti “Kamu hebat” atau “Kamu pintar” dapat Anda gunakan. Fungsi hadiah sebenarnya adalah menghargai apa yang sudah dilakukan oleh anak.
9. Dibiarkan jauh dari Anda. Anda sudah ajarkan pada anak tentang siapa nama orang tuanya, tempat tinggalnya, nomor telepon Anda, atau harus menghubungi satpam bila kehilangan Anda. Tapi, bukan berarti Anda memberikan kepercayaan penuh pada anak untuk berada jauh dari jangkauan Anda. Usahakan anak selalu berada dalam pengawasan mata Anda saat berada di tempat umum. Selain Anda tidak mengetahui bahaya apa yang akan mengancam dari lingkungan, hati-hati juga dengan kemampuan logika atau berpikir anak. Kasus anak terjepit eskalator atau jatuh dari lantai atas tidak sedikit, bukan?
10. Tidak mengijinkan anak menjadi anak. Memaksakan selera atau mimpi Anda kepada anak, dilakukan para orang tua dari generasi ke generasi. Segala hal harus sesuai dengan kehendak Anda, jika tidak mau maka teror pun Anda lakukan. Misalnya menurut Anda pakaian t-shirt dengan rok jeans yang warnanya senada itu pakaian yang paling bagus untuk anak. Sedangkan menurut anak rok kotak-kotak berwarna merah dengan t-shirt kuning garis-garis sudah sangat keren. Dengarkan pendapat anak. Ia memang masih kecil, tapi tidak berarti suaranya tidak didengar oleh Anda atau orang dewasa . Saat Anda mau mendengarkan pendapatnya, ini juga menjadi cara untuk ajarkan anak belajar mendengarkan orang lain.
Kiat Membina Keluarga
Setiap orang pastilah ingin keluarganya bahagia. Menciptakan keluarga bahagia bukanlah hal yang susah. Ada kiat-kiat tertentu dalam membina keluarga menuju keluarga bahagia :
1. Jujurlah satu sama lain.
2. Dengarkan keluhan pasangan Anda dan anggap serius perasaannya
3. Bila ada ganjalan sebaiknya didiskusikan sehingga tidak menimbulkan kebencian.
4. Tunjukkan pada pasangan bahwa Anda mencintainya dan katakanlah “I love You” minimal sekali sehari.
5. Ciptakanlah waktu berdua saja tanpa diganggu oleh anak-anak. Jadualkan kegiatan berdua minimal setahun sekali.
6. Janganlah mengungkit-ungkit masa lalu dan belajarlah dari kesalahan.
7. Percayalah pada pasangan . Bila Anda ragu atau curiga ungkapkanlah hal tersebut padanya.
8. Pada saat pasangan Anda berbicara, pandanglah wajahnya sehingga ia tahu kalau Anda memperhatikan ucapannya.
9. Saat bertengkar jagalah perkataan Anda ( jangan sampai mengatakan sesuatu yang akan disesali nantinya) dan berusahalah tetap tenang dan tidak terbawa emosi, berusahalah tetap duduk.
10. Jagalah rahasia hubungan Anda berdua.
http://www.f-buzz.com/2008/06/12/10-kiat-membina-keluarga-bahagia/
1. Jujurlah satu sama lain.
2. Dengarkan keluhan pasangan Anda dan anggap serius perasaannya
3. Bila ada ganjalan sebaiknya didiskusikan sehingga tidak menimbulkan kebencian.
4. Tunjukkan pada pasangan bahwa Anda mencintainya dan katakanlah “I love You” minimal sekali sehari.
5. Ciptakanlah waktu berdua saja tanpa diganggu oleh anak-anak. Jadualkan kegiatan berdua minimal setahun sekali.
6. Janganlah mengungkit-ungkit masa lalu dan belajarlah dari kesalahan.
7. Percayalah pada pasangan . Bila Anda ragu atau curiga ungkapkanlah hal tersebut padanya.
8. Pada saat pasangan Anda berbicara, pandanglah wajahnya sehingga ia tahu kalau Anda memperhatikan ucapannya.
9. Saat bertengkar jagalah perkataan Anda ( jangan sampai mengatakan sesuatu yang akan disesali nantinya) dan berusahalah tetap tenang dan tidak terbawa emosi, berusahalah tetap duduk.
10. Jagalah rahasia hubungan Anda berdua.
http://www.f-buzz.com/2008/06/12/10-kiat-membina-keluarga-bahagia/
Label:
bahagia,
berbicara,
Bertengkar,
ganjalan,
jaga,
katakan,
keluarga,
keluhan,
Kemesraan,
kiat,
komunikasi,
masa lalu,
membina,
rahasia,
serius,
susah,
tips,
waktu berdua
Langganan:
Postingan (Atom)