Senin, 19 Maret 2012

Berbagi tugas suami istri

Tidak perlu melakukan makan malam mewah untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, mencuci piring ternyata lebih efektif membuat hubungan suami-istri menjadi lebih baik. Hal ini diungkapkan oleh sebuah studi di Kanada.

Studi yang dilakukan di Universitas Western Ontario, Kanada, berdasarkan data yang diambil dari survey pada tahun 1986, 1992, 1998 dan 2005. Para responden dalam penelitian ini adalah pasangan yang aktif bekerja, baik suami atau istrinya saja ataupun keduanya.

Dilansir oleh science daily, hasil studi menyebutkan bahwa suami-istri yang lebih sering berbagi dalam melakukan pekerjaan rumah bersama memiliki tingkat keharmonisan yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Namun jumlah pasangan yang melakukan hal tersebut saat ini sangat sedikit, yakni sekitar 25 persen dari keseluruhan responden.

suami-istri yang lebih sering berbagi dalam melakukan pekerjaan rumah bersama memiliki tingkat keharmonisan yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Nilai positif lainnya yang dapat diambil dengan berbagi untuk mengerjakan pekerjaan dalam rumah tangga adalah mengurangi resiko perpisahan, perceraian hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Nilai positif lainnya yang dapat diambil dengan berbagi untuk mengerjakan pekerjaan dalam rumah tangga adalah mengurangi resiko perpisahan, perceraian hingga kekerasan dalam rumah tangga. Berbagi pekerjaan dalam rumah tangga tentunya dapat menekan biaya pengeluaran rumah tangga dengan tidak mempekerjakan pembantu rumah tangga.

Dari hasil studi tersebut, para ilmuwan menyarankan agar pasangan suami-istri agar lebih sering berbagi dalam mengerjakan urusan rumah tangga. Salah satu pekerjaan rumah tangga yang dapat dilakukan bersama ialah membersihkan rumah bersama. (sydh/MI)

http://www.voa-islam.com/muslimah/article/2010/11/01/11518/bersihbersih-rumah-bareng-bisa-buat-suami-istri-lebih-mesra/

Membina keluarga muslim

Keluarga yang harmonis adalah dambaan setiap orang. Keluarga sakinah, mawadah wa rahmah adalah keluarga yang tentram, harmonis, dan bahagia. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita bisa membina keluarga kita tetap sakinah, mawaddah wa rahmah?

1. Tanamkan Akidah dan Ajaran Islam yang Benar pada Keluarga.

Bagi seorang muslim, akidah adalah suatu hal yang sangat prinsipil, sebab hal itu menyangkut keyakinan dan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. Dalam sebuah keluarga, seorang suami harus menjadi pengendali utama dalam keluarga. Ia harus mampu dan cakap dalam mengarahkan anak-istrinya pada hal-hal positif, yang sesuai dengan anjuran agama. Dia juga harus menjadi teladan atau contoh yang baik bagi anggota keluarga lainnya.

2. Memberikan Harta yang Halal untuk Keluarga.

Perlu disadari, agar istri dan anak kita menjadi orang yang saleh dan salehah, berikanlah mereka hanya nafkah yang halal. Jangan sekali-kali kita memberikan nafkah dari hasil korupsi, suap, judi atau hasil memeras orang lain.

3. Menumbuhkan Sikap Pengertian dan Amanah.

Sikap saling pengertian dan amanah sangatlah penting dalam sebuah keluarga. Ketika sifat saling pengertian dan kepercayaan diantara suami istri hilang, jangan berharap rumah tangga akan damai dan bahagia. Yang terjadi justru sebaliknya. Suami-istri bisa saling curiga. Percekcokan dan keributan bisa terjadi setiap waktu di rumah. Jika sudah demikian, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat berteduh yang menentramkan.

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya …begitu juga sang istri bertanggung jawab menjaga rumah tangganya dan harta sang suami," (Hadis Nabi)

4. Meluangkan Waktu untuk Rekreasi Bersama Keluarga di Luar Rumah.

Setiap manusia pasti mengalami kejenuhan dalam hidup ini. Apalagi orang yang selalu disibukkan dengan pekerjaan yang monoton, itu-itu saja. Suami jenuh dengan rutinitasnya setiap hari yang harus berangkat pagi buta mencari nafkah, dan pulang sore hari dengan tubuh lelah. Belum lagi jika lembur malam. Begitu pula sang istri, yang sehari-harinya hanya hanya di rumah, mencuci pakaian, masak dan mengurus anak-anak. Dalam kondisi jenuh seperti itu, tidak ada salahnya kita meluangkan waktu untuk melakukan rekreasi bersama keluarga dalam setiap jangka waktu tertentu.

Rekreasi bukan hanya diperlukan untuk melupakan kejenuhan, tetapi juga untuk membangun kebersamaan antar anggota keluarga. Pilihlah tempat-tempat rekreasi yang segar di alam terbuka, seperti ke kebun binatang, pantai, danau atau gunung. Sesuaikan dengan biaya yang Anda miliki.

Rekreasi pun bisa kita manfaatkan untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang kebesaran Allah Swt. Biasanya, suasana yang rileks dalam rekreasi justru lebih memudahkan anak-anak mengambil pelajaran dan bimbingan yang kita berikan daripada hanya mendengarnya dari guru agama di bangku sekolah.

Dengan begitu, rekreasi bisa bermanfaat bagi Anda, disamping menghilangkan kejenuhan, mempererat keakraban dan komunikasi antar anggota keluarga, juga menambah rasa syukur dan iman kepada Allah swt. sehingga keluarga kita selalu diliputi cahaya iman dan rasa syukur
.
5. Membaca Doa yang Diperintahkan Oleh Al Qur’an

"Ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Al-Furqan: 74).

http://www.eramuslim.com/coach-corner/entrepreneur-motivation/sukses-adalah-hak-saya-membina-keluarga-dan-rumah-tangga.htm

Membuat bayi tersenyum

Melihat balita yang tertawa atau tersenyum membuat kita para orang tua pasti gembira bahkan akan ikut tersenyum juga. Hal inilah yang membuat saya penasaran, apa saja sihh yang biasanya membuat anak kami yang kecil itu tertawa atau sekedar tersenyum. Dan berikut ini adalah beberapa hal penyebab yang biasanya membuat anak-anak balita akan tertawa atau tersenyum:

1. Cii..Lukk..Baa..
Ini adalah hal yang paling sederhana yang hampir setiap bayi suka. Ya, layaknya mengagetkan & bermain petak umpet. Yaitu menyembunyikan wajah kita menggunakan tangan, atau dengan benda seperti selimut, bantal, dll.

2. Memainkan muka lucu
Bayi sangat suka melihat muka kita yang mendadak berubah menjadi lucu, bahkan terkadang bergaya memalukan karena bersikap konyol. Bahkan saat kita bersin, iapun bisa jadi tersenum.

3. Tiup bagian tubuhnya
Saat perut atau bagian tubuhnya seperti tangan/kaki kita tiup, ia akan geli dan akan tertawa. Tiupan angin yang menyentuh kulitnya itulah yang akan meresponnya.

4. Mainan bergerak & bersuara
Saat ada mainan yang bergerak didepannya ia akan senang, dan tak jarang langsung diambil tuk ia mainkan sambil ia tesenyum. Khususnya bila mainan tersebut mengeluarkan suara atau gerakan yang lucu.

5. Suara musik & lagu
Tak jarang saat sekecil mendengar sebuah lagu, tubuhnya akan bergoyang sambil ia tersenyum. Sebagian balita bahkan memiliki lagu favorit yang jika ia tiba-tiba mendengarnya (dari TV/Radio), otomatis akan tersenyum.

6. Melihat anggota keluarga
Biasanya ada orang-orang tertentu yang jika ia melihatnya, ia akan tersenyum. Orang yang dimaksud, bisa omnya, neneknya, kakaknya, atau tetangga. Biasanya orang yang dimaksud tersebut ada dalam memori sianak yang pernah membuatnya tertawa.

7. Melihat binatang
Selain mainan, binatang dapat membuatnya tersenyum. Tak harus binatang peliharaan yang lucu, binatang yang sering ada dirumah seperti semut, kecoa, cicak, dll pun dapat membuatnya tersenyum.

8. Suara mulut
Suara dengan karakter tertentu yang kita buat dari mulut kita dapat membuatnya tertawa. Seperti menirukan suara-suara hewan atau suara alat musik. Bahkan suara semburan mulut kitapun bisa. Dan tak jarang sikecil akan menirukan suara kita.

9. Dikelitikin
Dikelitikin ini adalah cara terakhir yang dapat kita lakukan agar sikecil tersenyum atau tertawa. Tentu dengan disesuaikan dengan kondisi sikecil dan dibarengi pula dengan gerakan atau suara-suara lucu.

Itulah beberapa poin yang biasanya dapat membuat anak kami tertawa atau tersenyum, tentu juga pada anak-anak balita pada umunya.

*Yusuf Erlangga

http://wirausahakeluarga.blogspot.com/2011/10/sebab-bayi-tersenyum-atau-tertawa.html

Manfaat keluarga berencana

Keluarga Berencana adalah salah satu usaha mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan dan penjarangan kehamilan dengan pemberian alat kontrasepsi.

Tujuan KB :

Mencegah kehamilan karena alasan pribadi
Menjarangkan kehamilan
Membatasai jumlah anak

Sasaran KB:

Ibu yang menderita penyakit menahun
Usia ibu yang menderita penyakit menahun
Pasangan usia subur dari 20 tahun atau lebih dari 30 tahun
Riwayat persalinan yang buruk
Keguguran berulang kali

Manfaat KB Bagi Ibu :

Perbaikan kesehatan
Peningkatan kesehatan
Waktu yang cukup untuk mengasuh anak
Waktu yang cukup untuk istirahat
Menikmati waktu luang
Dapat melakukan kegiatan lain

Manfaat KB Bagi anak :

Dapat tumbuh dengan wajar dan sehat
Memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makanan yang cukup
Perencanaan kesempatan pendidikan lebih baik


5 CARA BER-KB DAN MANFAATNYA MASING-MASING UNTUK ANDA

PIL KB

Diminum 1 pil setiap hari
Mencegah kehamilan selama tetap diminum 1 pil setiap hari
Cara yang baik untuk menunda atau menjarakkan kehamilan

Pil harus diminum setiap hari dimulai pada hari pertama haid. Gejala yang mungkin dirasakan : pusing-pusing, buah dada membesar dan nyeri bila disentuh, berat badan bisa naik hingga 2 kg. Bila gejala menetap, periksakan pada dokter/perawat. Karena pil KB ada bermacam-macam dan setiap jenis pil mempunyai reaksi yang berbeda terhadap tubuh maka perlu ditanyakan pada dokter/perawat pil mana yang sesuai untuk ibu.

SUNTIKAN KB

Disuntikan setiap 2-3 bulan
Mencegah kehamilan selama 2-3 bulan tergantung jenis suntikan
Baik untuk menunda atau menjarakkan kehamilan

Suntikan KB disuntikkan di lengan atau bokong oleh dokter/perawat. Gejala yang mungkin timbul biasanya pusing-pusing, bercak perdarahan sedikit diluar masa haid selama 2-8 hari, haid berkurang /tidak sama sekali. Bila gejala ini menetap, segera periksakan pada
dokter/perawat. Dan untuk mengetahui jenis suntikan yang sesuai untuk ibu, tanyakan juga pada dokter/perawat.

SPIRAL/IUD

Dipasang oleh dokter/perawat, dalam sekali kunjungan
Mencegah kehamilan 3-10 tahun tergantung jenis spiral atau sampai saat dikeluarkan oleh dokter/perawat
Praktis sebagai cara KB jangka panjang

Spiral itu sendiri adalah alat yang bentuknya kecil dan dipasang di dalam rahim. Bentuknya bermacam-macam ada yang berbentuk T, angka 7 dan multiload, terbuat dari plastik lapis tembaga. Gejala yang mungkin dirasakan biasanya mules-mules, haid tidak teratur, perdarahan ringan dan perut bagian bawah terasa tegang. Gejala ini sifatnya sementara, tapi bila menetap segera periksakan ke dokter/perawat. Mengenai spiral mana yang sesuai untuk ibu, tanyakan juga pada dokter/perawat.


SUSUK KB

Ditanam di bawah kulit melalui operasi kecil
Mencegah kehamilan hingga 5 tahun atau sampai saat dikeluarkan oleh dokter/perawat
Praktis sebagai cara KB jangka panjang

Gejala yang mungkin timbul antara lain : perdarahan tidak teratur, tidak haid dan berat badan naik dengan cepat. Segera periksakan diri ke dokter/perawat bila gejala ini menetap.

Sumber : Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC.

Keluarga harmonis

Keluarga harmonis merupakan tanggungjawab
suami-isteri, bukan hanya isteri ataupun suami saja.

Keluarga bisa harmonis, suami-isteri dapat rukun jika
masing-masing mensyukuri apa yang ada pada
pasangannya.

Masalah tidak ada kecocokan 100 % merupakan hal yang
biasa karena suami-isteri adalah dua orang yang
berbeda, yang dibesarkan oleh keluarga yang berbeda,
untuk itu diperlukan saling pengertian kedua belah
pihak agar dapat menyesuaikan diri.
Wanita harus dapat membuat pasangannya 'merasa'
dibutuhkan secara moril, bukan secara materi,
janganlah terlalu berharap banyak akan pasangan kita,
selagi dia tidak mampu.

Tidak ada yang namanya kodrat perempuan dibawah suami.
Suami - isteri
sejajar, mitra yang saling bersatu padu menjalankan
bahtera rumah
tangga. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah
mufakat dan pembagian
tugas rumah tangga dibagi rata dan saling
bertanggungjawab. Suami-isteri ibarat puzzle,
potongannya saling melengkapi satu sama lain.
Apabila ada potongan yang tidak pas atau hilang maka
puzzle tidak akan
lengkap, demikianlah rumah tangga itu.

Suami-isteri perlu meluangkan waktu bersama seperti
re-honeymoon, atau berjauhan untuk sementara dengan
demikian akan timbul rasa kangen satu sama lain saat
berjauhan.

Rumah tangga yang sudah tidak harmonis, tidak
seharusnya menjadi
tanggungjawab istri untuk mengharmoniskannya kembali.
Jika seorang ibu berpikir demikian karena naluri
keibuan merasa tidak rela anak-anak harus menanggung
akibat dari kekacauan rumah tangga yang seharusnya
bisa kita kendalikan dengan baik.

Kalau ketidak cocokan itu memang sudah tidak dapat
diperbaiki lagi, dan berpisah dianggap jalan yg
terbaik, lebih baik berpisah dari pada anak dibesarkan
dalam keluarga yang tidak harmonis, anak-anak berhak
dibesarkan dalam kedamaian.

Perceraian tidak selalu berakibat buruk, apalagi kalau
setelah bercerai hubungan ortu masih tetap baik. Anak
akan tetap merasakan kasih sayang dan akan belajar
menerima kenyataan tanpa merasa terluka.

Minggu, 18 Maret 2012

Membina keluarga sukses

Artikel ini mengutip hasil penelitian Reuben Hill, profesor sosiologi di Universitas Minnesota, Amerika Serikat. Hill meneliti sekitar 300 keluarga, yang hasilnya bahwa bukan hanya keberuntungan yang memungkinkan beberapa keluarga bisa memiliki rumah tangga yang baik. Tetapi, ada cara-cara tertentu untuk mengelola waktu, bakat, dan uang mereka, untuk memperoleh hal-hal yang mereka inginkan. Hill berkeyakinan, keluarga-keluarga tersebut diorganisasi dengan cermat, dengan jalur komunikasi yang baik antara suami dan istri, antara orangtua dan anak-anak, dan efisien dalam mengelola sumber daya.

Penemuan penting Hill agar keluarga sukses:
1. Jangan tergesa-gesa kawin. Pria yang menikah di atas 25 tahun biasanya bisa memiliki rumah yang lebih baik dan pekerjaan yang lebih menarik. Ini biasa berkaitan dengan tinggat pendidikan yang memungkinkan mereka memperoleh pekerjaan yang baik dan gaji yang besar.

2. Jangan punya anak terlalu banyak. Dengan anak yang lebih sedikit, investasi bisa lebih banyak bagi setiap anak.

3. Bersiap-siaplah mengatasi keadaan yang tak terduga. Buat dan lakukan secara konsisten ”kebijaksanaan keluarga” seperti selalu membeli barang bermutu, membayar dengan tunai, hindari punya utang, membeli pakaian yang baik, dan lain-lain.

4. Bicarakan keputusan dengan bebas. Keluarga yang paling bahagia dengan keputusannya adalah mereka yang paling banyak membicarakannya.

5. Pilihlah pembuat keputusan dengan bijaksana. Dalam setiap keluarga yang sukses, ada satu orang yang punya penilaian yang lebih baik dan kesadaran keuangan yang lebih baik daripada yang lain. Orang yang mempunyai penilaian yang baik itulah yang memutuskan mengenai pengeluaran penting.

6. Bergantunglah pada kerabat Anda. Keluarga yang sukses sebagian besar bergantung pada kerabatnya untuk mendapatkan nasihat, bimbingan dan pertolongan lainnya, termasuk bantuan ekonomi, pengelolaan rumah tangga, perawatan anak, dan bantuan selama sakit.

Sumber: Mendidik Anak Volume I, Tim Mitra Utama, Jakarta, 1994

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/1928077-apa-yang-membuat-sebuah-keluarga/#ixzz1pXkydHVm

Sukses mengatur keuangan keluarga

Masalah utama sebuah keluarga yang selalu ada biasanya seputar keuangan. Bisa karena kekurangan uang, kelebihan uang :) atau karena bingung bagaimana mengatur uang yang penghasilannya pas-pasan sedangkan kebutuhan selalu melebihi pemasukan.

Namun muara dari itu semua kata kuncinya adalah bagaimana mengatur keuangan keluarga atau pribadi dengan cerdas, cermat dan sebaik-baiknya. Karena masalah mengatur keuangan tidak memandang Anda orang miskin, menengah atau kaya. Karena siapa pun bisa mengatur keuangan keluarganya, maka bisa dikatakan 50% mereka sudah sukses dan berhasil dalam hal finansialnya.

Untuk itu pada tulisan kali ini kami akan membagi salah satu kiat yang diambil dari salah satu endorser MyFamily Accounting yaitu bapak Ahmad Gozali. Adapun beliau memberikan sebuah kiat dan tips rahasia bagaimana agar sebuah keluarga sukses dalam mengatur keuangan keluarganya. Adapun rahasia sukses tersebut adalah dengan melakukan langkah-langkah berikut ini secara urut dan disiplin, yaitu:

Setiap kali menerima gaji maka langkah awal yang terpenting yang harus Anda lakukan pertama kali adalah dengan membayar cicilan hutang terlebih dahulu. Mengapa? Karena hutang adalah kewajiban terpenting yang wajib Anda penuhi kepada pihak lain apakah dari bank dan institusi finansial lainnya. Karena kedisiplinan Anda dalam membayar cicilan merupakan cerminan rapor dan nama baik Anda di mata mereka. Sekali saja Anda telat/mangkir membayar maka nama Anda akan masuk dalam blakck list yang patut diwaspadai nantinya. Sehingga menjaga nama baik sebagai seorang debitor sangat penting di sini, karena akan bermanfaat nantinya di masa yang akan datang. Selain itu pula dengan memprioritaskan membayar cicilan ini, berarti kita sudah menghargai para kreditor kita yang sudah berbaik hati meminjamkan uang kepada kita.
Setelah membayar cicilan hutang, selanjutnya yang Anda lakukan adalah berzakat atau memberikan sumbangan keagamaan. Loh kok begitu? Ya inilah salah satu bukti rasa syukur kita kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia rezeki kepada kita semua, sehingga kita bisa melakukan aktivitas ekonomi keseharian dengan lancar tanpa kekurangan. Dengan mengalokasikan dana khusus untuk berzakat ini maka sudah barang tentu Allah SWT akan semakin menambah karunia dan rezeki yang berlimpah kepada kita. Apakah kita mau semakin disayang oleh Sang Maha Pencipta dan Pemberi Rezeki kita? Maka berzakatlah
Setelah berzakat apa lagi ya? Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah menyisihkan minimal 10% penghasilan Anda untuk ditabung/investasi. Wow, kenapa kok menabungnya di depan ya? Bukannya kalau menabung itu di akhir alias kalau ada sisa ? :) He..he..he.. itulah salah satu kebiasaan buruk kita dengan menunggu kalau ada sisa uang di akhir bulan, padahal kenyataannya hampir selalu tidak ada yang tersisa bukan? Yang berarti kita tidak pernah akan bisa menabung. Nah, sekarang trend dan kebiasaan bagusnya adalah menabung di depan, dengan memotong langsung dari setiap kali menerima gaji/penghasilan. Untuk penjelasan selengkapnya tentang apa dan bagaimana disiplin dalam menabung ini sudah kami jelaskan di tulisan sebelumnya yang berjudul “Kiat Menabung Bagi Penghasilan Pas-Pasan“.
Nah langkah yang terakhir ini baru yang pasti kita sukai bersama yaitu silahkan habiskan uang gaji/penghasilan yang tersisa :) Silahkan kita habiskan untuk memenuhi berbagai keperluan rutin keluarga seperti belanja isi dapur, makan, lauk-pauk, asuransi, sekolah anak, rekreasi, beli baju dan lain lagi sepuasnya :) Enak bukan? Ya tentu saja ini boleh Anda lakukan karena kita sebelumnya sudah memenuhi segala pos-pos penting yang bisa mengakibatkan kacau balaunya kondisi keuangan keluarga seperti senang mengulur waktu membayar cicilan hutang, lupa berzakat dan tidak sempat menabung karena sudah kehabisan duluan dan mengharap uang sisa. Dan dengan mengikuti langkah dari 1-4 di atas tentu kita semua bakal meraih kesuksesan dalam mengatur keuangan keluarga tanpa pusing dan stres.

Semoga rahasia sukses mengatur keuangan keluarga di atas dapat bermanfaat bagi kita semua, yang tentu saja kalau mau meraihnya harus dengan cara dipraktekkan/diterapkan langsung. Selamat mencoba!

http://myfamilyaccounting.wordpress.com/2010/05/19/rahasia-sukses-mengatur-keuangan-keluarga/

Lima syarat keluarga sakinah

Sebuah bangunan terdiri dari bata-bata, jika satu batubata hilang, maka bangunan itu tak hanya keindahannya yang hilang tapi juga kekuatannya. Masyarakat adalah cerminan kondisi keluarga. Jika keluarga sehat berarti masyarakatnya juga sehat. Jika keluarga bahagia, masyarakat pun bahagia. Setidaknya, ada lima faktor untuk membentuk keluarga sakinah di antaranya sebagai berikut.

1.Dalam keluarga ada mawaddah dan rahmah.Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang mengebu-gebu. Sedangkanrahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan melindungi yangdicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga.Sebaliknya, rahmah, tak cukup memeberikan garansi.

2.Hubungan antara suami istri harus atas berdasarkan saling membutuhkan.Seperti pakaian dan yang memakainya “hunna libasun lakum wa antumlibasun lahunna”. (QS al Baqarah:187) Kalau kita kaji lebih dalam, fungsi pakaiansetidaknya ada tiga; menutup aurat, melindungi diri dari panas dan dingin, serta sebagai perhiasan. Suami terhadap istri, juga harus memiliki fungsi yang sama.

Jika istri mempunyai sesuatu kekurangan, suami tidak menceritakan padaorang lain. Begitu juga sebaliknya. Jika istri sakit, suami segera mencari obatatau membawa ke dokter. Begitu juga sebaliknya. Istri harus selalu tampilmembanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan istri . Jangan terbalik, di luaran tampil menarik perhatian orang banyak. Tapi ketika di rumah,tampil tak sedap dipandang mata.

3.Suami istri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma’ruf), tidak asal benar dan hak.“Wa’a syiruhunna bil ma’ruf”. (QS. An Nisa : 19). Besarnya mahar, nafkah,cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma’ruf . Hal initerutama harus diperhatikan oleh suami istri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya.

4.Menurut hadits Nabi,pilar keluarga sakinah itu ada empat.
a.Memiliki kecendrungan kepada agama.
b.Yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda.
c.Sederhana dalam belanja.
d.Santun dalam bergaul dan selalu melakukan introspeksi


5.Rasulullah juga bersabda tentang empat faktor yang menjadi sumberkebahagiaan keluarga.
a.Suami dan istri yang setia.
b.Shalih dan shalihah.
c.Anak-anak yang berbakti pada orangtuanya.
d.Lingkungan sosial yang sehat dan rezeki yang dekat.

Hari demi hari tak boleh berlalu begitu saja. Anak sebagai buah cinta kita,tumbuh dan berkembang. Langkah kita hari ini menentukan masa depannya.Semoga mereka bisa menjadi pewaris yang kita dambakan. Selama kita setia pada lima hal di atas, insya Allah pertolongan Allah akan selalu menaungikelurga kita. Amin

http://www.scribd.com/doc/3742938/LIMA-SYARAT-KELUARGA-SAKINAH

Melestarikan Cinta

UKUP 15-20 MENIT SEHARI Sesibuk apapun seorang suami atau istri, janganlah lupa untuk tetap dapat meluangkan waktu. meski hanya 15-20 menit untuk bermesraan dengan pasangan. Selain makan bersama, suami istri dapat melakukan kegiatan seperti:

- Mendengarkan musik yang disukai pasangan
- Bincang-bincang topik ringan di tempat hening dengan mesra
- Duduk sambil berpelukan di sofa tanpa ada gangguan acara televisi
- Bercengkerama di teras sambil minum teh atau kopi
- Menikmati makan malam atau jajanan di luar rumah dengan berjalan kaki berdua.
- Mulai malam ini, lakukan kebiasaan saling meminta maaf diranjang kepada pasangan menjelang tidur.

Lakukanlah secara bergantian dan jadikan sebagai rutinitas harian. Pola kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memulihkan siklus keseimbangan seksual setelah seharian sibuk menghadapi pekerjaan.

MANFAATKAN HUMOR : Lain ladang-lain belalang, bagaimana kalau belalangnya pindah ke ladang seberang ?. Setiap pasangan mungkin memiliki keunikan gaya humor tersendiri. Banyak pasangan yang dapat menikmati kemesraan dengan sisipan-sisipan humor dalam berkomunikasi. Mengapa kita tidak mencoba melakukannya juga? Bisa saja kebiasaan humor pada pasangan dapat menjadi salah satu pilar untuk membangun kasih sayang lebih.

SEMUA BUTUH DI PELUK : Luangkan waktu beberapa menit untuk berpelukan atau berbaring berdekatan, biasakan hal ini dilakukan rutin tiap hari. Jangankan saat pasangan dalam suasana bahagia, dalam keadaan duka pun kita bisa merasa nyaman jika berpelukan. Ada aspek fisik dan emosional dalam sebuah pelukan. Memeluk tidak hanya menunjukkan kepedulian atau betapa berartinya seseorang, tetapi juga mengisyaratkan harapan.

TATAP MATANYA : Menatap mata pasangan anda, juga salah satu cara menegaskan perasaan cinta. Bisa jadi tatapan mata bisa lebih berarti daripada bahasa. Mata juga dapat mengisyaratkan seberapa besar dan berartinya diri kita pada pasangan.

HADIRLAH DI SISINYA : Salah satu alasan pasangan kehilangan suasana romantis dan rasa intim adalah jika suami atau istri meninggalkan pasangannya sendirian pada saat sedang berdua untuk melakukan kegiatan lain. Janganlah sering beralasan, " Wah, aku harus pergi dulu. Ada keperluan sebentar". Kehadiran Anda sangat penting baginya.

SEDERHANA TAPI LUAR BIASA : Terkadang kita mengira bahwa membelikan berbagai fasilitas seperti mobil, perhiasan dan lainnya kepada pasangan merupakan hal yang paling besar nilainya. Sebetulnya banyak hal lain yang mungkin lebih berarti. Menyempatkan membuat sarapan meski di saat yang sangat sibuk, memandang dengan penuh kasih sayang, memuji atau memberi hadiah-hadiah kecil sambil mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya kebiasaan ini tidak kalah besar artinya dan akan membawa dampak yang luar biasa.

EKSPRESIKAN EMPATI ANDA : Jangan pernah mencemooh kecemasan, kekecewaan serta kegembiraan pasangan Anda. Ungkapkan dengan kata dan perbuatan serta nyatakan bahwa Anda sangat mengerti perasaannya. Tunjukkan bahwa Anda sangat memahami perasaannya jika berada dalam posisi seperti pasangan Anda.

KATA-KATA SAKTI : Kata sakti yang terhebat dalam melestarikan cinta adalah "Aku mencintaimu". Kata inilah yang mengantar Anda menjadi pasangan. Kata "Aku Juga Mencintaimu" adalah penghargaan terbesar yang harus dikatakan kenangan di masa lalu ketika pasangan Anda mengungkapkan kata sakti. Kata sakti dan ampuh ini akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat ketika keduanya di ucapkan dengan benar-benar tulus dan penuh makna.

http://www.tipskeluargaharmonis.com/2009/02/hal-hal-kecil-yang-melestarikan-cinta_13.html

Tips keluarga bahagia

Berikut ini adalah beberapa tips keluarga bahagia:

1. Penuhi hari-hari keluarga Anda dengan senyum. Tiada hari tanpa senyum (tapi jangan senyum sendirian tanpa sebab ya...). Untuk tersenyum, diperlukan ribuan sel dan otot pada wajah yang terlibat dalam satu aktivitas sederhana ini. Dengan tersenyum baik kepada diri sendiri - di depan cermin akan lebih terlihat - serta kepada orang lain, akan membuat kita tampil lebih bahagia serta menularkan kebahagiaan ini kepada orang lain.

2. Yakini hari-hari Anda dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemberi. Anda telah diberikan banyak karunia serta pemberian yang tidak terhitung jumlahnya. Yakinlah bahwa apa yang telah dimiliki hari ini adalah yang terbaik yang bisa kita dapatkan. Dengan demikian, kita akan senantiasa berterima kasih kepada Tuhan serta kepada keluarga yang telah mendampingi kita selama ini.

3. Tanamkan ke dalam diri bahwa diri Anda dan keluarga Anda adalah manusia dan keluarga terbaik yang pernah kita miliki seumur hidup Anda. Dengan menanamkan pengertian seperti ini, maka dada kita akan dipenuhi dengan kebanggaan kepada diri sendiri serta semangat untuk terus menjaga status terbaik ini dengan penuh rasa suka cita.

4. Penuhi keluarga Anda dengan saling hormat satu sama lain agar terjalin komunikasi yang baik dan lancar, meski dengan anak Anda yang masih balita sekalipun. Tahukah Anda bahwa mereka adalah perekam ingatan terbaik? Bila Anda tanamkan kepada mereka rasa respek, saling menyayangi serta hormat satu sama lain, Anda sedang mencetak calon pengisi keluarga masa depan yang berbahagia pula!

10 Salah Asuh

sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/10.salah.asuh/001/007/1101/3

Bukan cuma anak yang bisa salah. Orang tua pun bisa salah. Coba cek, apakah Anda pernah melakukan kesalahan terhadap anak saat mengasuhnya.

1. Tidak peduli kebutuhan dasar anak. Mungkin Anda mengira apa yang sudah Anda berikan kepada anak adalah yang terbaik. Sekolah mahal, mainan banyak dan selalu baru, memberinya les musik, menari, melukis. Tapi, waktu Anda untuk bertemu anak dan memanfaatkan waktu bersamanya hanya dua kali dalam enam bulan. Betulkah itu kebutuhan anak? Berikan diri Anda sebagai kebutuhan dasar anak. Berikan waktu Anda, curahkan perhatian Anda, dengarkan kisah-kisahnya yang lugu, lucu dan ajaib.

2. Perlakukan anak seperti orang dewasa. Banyak tuntutan tak masuk akal terhadap anak. Makan tak boleh berceceran, pakai baju harus match tanpa diajari, tidak boleh salah, harus cepat mengambil keputusan dan lain-lain. Anda menjadikan diri Anda sebagai standar. Tuntut anak sesuai dengan milestone atau tahap perkembangannya. Pahami tahap perkembangannya, ikuti iramanya. Pahami jalan pikirannya. Logika anak-anak jauh dari sempurna. Otaknya masih tumbuh, demikian pun fisiknya.

3. Dilayani habis-habisan. Mengambil buku di kamar, mengambil sepatu di rak sepatu atau mengambil minum di dapur harus Anda atau pengasuhnya yang mengambilkan. Ia diperlakukan sebagai bayi yang belum mampu melakukan apapun. Berikan kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu yang seharusnya sudah bisa ia lakukan. Bila perlu, sedikan tempat yang mudah ia gapai untuk mempermudah apapun yang ia butuhkan. Misalnya meja kecil untuk meletakkan gelasnya. Merasa diri mampu melakukan segala sesuatu sendiri, akan meningkatkan harga diri anak.

4. Tidak pernah berkata ‘tidak’. Kata “YA” selalu keluar dari mulut Anda. Bukan hanya pada sebuah pernyataan anak seperti “Gambar aku bagus, bunda?” Tapi juga untuk semua permintaannya. Ketika Anda pelit mengatakan ‘TIDAK,’ Anda tak peduli pada anak. Anda hanya peduli pada diri Anda, tak mau repot-repot konflik dengan anak. Anda tak mau berpikir, mengapa Anda mengatakan ‘tidak.’ Gunakan kata ‘YA’ dan ‘TIDAK’ secara adil. Pikirkan sebelum mengatakan ‘YA’ atau ‘TIDAK’ karena anak harus tahu mengapa dia mendapatkan jawaban itu. Terutama untuk bereksplorasi, dua kata ini sangat penting.

5. Bicara dengan bahasa yang kacau. Tidak ada standar bahasa yang jelas. Anda sesekali berkata ‘utu’ untuk ‘lucu’, ‘acih’ untuk ‘terima kasih’ atau ‘pepe’ untuk sebutan vagina. Terdengar lucu saat mengucapkan kata-kata itu, tapi jelas-jelas membingungkan anak. Bicara sesuai dengan kaidah bahasa. Ucapkan kata-kata dengan benar, tak perlu mengikuti anak bicara dengan ucapan cadel. Dia memang belum fasih bicara karena perkembangan bicaranya juga belum sempurna. Si kecil butuh role model untuk mengenal dan meniru. Jangan ragu untuk mengenalkan banyak kata kepada anak, bisa melalui lagu, buku atau film.

6. Tidak ada disiplin. Meletakkan tas sekolah di kolong meja, meletakkan sepatu di kursi tamu, ada sendok di rak buku. Menyedihkan sekali kondisi rumah si kecil. Sama seperti di jalan raya yang punya aturan, di rumah pun harus ada aturan karena aturan dibuah demi keamanan dan kenyamanan bersama. Ajarkan disiplin pada anak sejak dini. Buat daftar apa saja yang harus dipatuhi oleh semua penghuni rumah, agar semua anggota keluarga bersikap konsisten menjalaninya. Khusus untuk anak, Anda bisa membantu mengingatkannya bahwa sepatu tempatnya bukan di sofa, tas sekolah bukan di kolong meja tempatnya.

7. Tidak dituntut untuk menghormati orang tua. Demi menjaga keakraban dengan anak atau dianggap sebagai teman yang menyenangkan, Anda berperilaku seperti teman sebayanya. Atau Anda malah membiarkan si kecil memanggil Anda dengan sebutan nama atau dengan ucapkan “eh”. Tak ada batasan antara pemegang otoritas dan yang harus mematuhinya. Berlakukan konsep menghormati orang tua, apalagi Anda hidup dengan budaya timur. Mengucapkan salam saat bertemu orang lain, membungkuk ketika berjalan di depan orang yang lebih tua, sudah menjadi tata karma yang harus diikuti oleh anak.

8. Memberi hadiah berlebihan. Karena tak punya waktu untuk anak, Anda menggantikan kehadiran Anda dengan hadiah. Saat Anda sedang berjuang untuk mendorong anak melakukan yang terbaik, Anda juga memberikan hadiah yang berlebihan atau tidak seharusnya ia dapatkan. Misalnya Anda memberikan hadiah sepeda karena anak berhasil membereskan tempat tidurnya. Berikan penghargaan atau hadiah sesuai dengan usaha yang anak lakukan. Hadiah tak harus berupa benda. Ucapan atau pujian seperti “Kamu hebat” atau “Kamu pintar” dapat Anda gunakan. Fungsi hadiah sebenarnya adalah menghargai apa yang sudah dilakukan oleh anak.

9. Dibiarkan jauh dari Anda. Anda sudah ajarkan pada anak tentang siapa nama orang tuanya, tempat tinggalnya, nomor telepon Anda, atau harus menghubungi satpam bila kehilangan Anda. Tapi, bukan berarti Anda memberikan kepercayaan penuh pada anak untuk berada jauh dari jangkauan Anda. Usahakan anak selalu berada dalam pengawasan mata Anda saat berada di tempat umum. Selain Anda tidak mengetahui bahaya apa yang akan mengancam dari lingkungan, hati-hati juga dengan kemampuan logika atau berpikir anak. Kasus anak terjepit eskalator atau jatuh dari lantai atas tidak sedikit, bukan?

10. Tidak mengijinkan anak menjadi anak. Memaksakan selera atau mimpi Anda kepada anak, dilakukan para orang tua dari generasi ke generasi. Segala hal harus sesuai dengan kehendak Anda, jika tidak mau maka teror pun Anda lakukan. Misalnya menurut Anda pakaian t-shirt dengan rok jeans yang warnanya senada itu pakaian yang paling bagus untuk anak. Sedangkan menurut anak rok kotak-kotak berwarna merah dengan t-shirt kuning garis-garis sudah sangat keren. Dengarkan pendapat anak. Ia memang masih kecil, tapi tidak berarti suaranya tidak didengar oleh Anda atau orang dewasa . Saat Anda mau mendengarkan pendapatnya, ini juga menjadi cara untuk ajarkan anak belajar mendengarkan orang lain.

Kiat Membina Keluarga

Setiap orang pastilah ingin keluarganya bahagia. Menciptakan keluarga bahagia bukanlah hal yang susah. Ada kiat-kiat tertentu dalam membina keluarga menuju keluarga bahagia :

1. Jujurlah satu sama lain.
2. Dengarkan keluhan pasangan Anda dan anggap serius perasaannya
3. Bila ada ganjalan sebaiknya didiskusikan sehingga tidak menimbulkan kebencian.
4. Tunjukkan pada pasangan bahwa Anda mencintainya dan katakanlah “I love You” minimal sekali sehari.
5. Ciptakanlah waktu berdua saja tanpa diganggu oleh anak-anak. Jadualkan kegiatan berdua minimal setahun sekali.
6. Janganlah mengungkit-ungkit masa lalu dan belajarlah dari kesalahan.
7. Percayalah pada pasangan . Bila Anda ragu atau curiga ungkapkanlah hal tersebut padanya.
8. Pada saat pasangan Anda berbicara, pandanglah wajahnya sehingga ia tahu kalau Anda memperhatikan ucapannya.
9. Saat bertengkar jagalah perkataan Anda ( jangan sampai mengatakan sesuatu yang akan disesali nantinya) dan berusahalah tetap tenang dan tidak terbawa emosi, berusahalah tetap duduk.
10. Jagalah rahasia hubungan Anda berdua.

http://www.f-buzz.com/2008/06/12/10-kiat-membina-keluarga-bahagia/